Kebangkitan Mobil Nasional

Gairah untuk membangkitkan kembali cita-cita menciptakan Mobil Nasional dari putra bangsa ini rupanya tidak pernah padam. Ini terbukti dari keikutsertaan beberapa instansi pemerintah, swasta dan akedemisi untuk menampilkan Mobnas dalam ajang PPI (Pameran Produk Indonesia) ke VI yang telah berlangsung dari tanggal 13 – 17 Mei 2009 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mulai dari produk Mobnas yang berupa prototipe sampai dengan yang siap diproduksi masal. Meskipun jika dilihat dari foto mobnas yang saya ambil dari beberapa media dan blog tetangga, penampilannya masih jauh dari kesan bagus dan menjual tapi kita patut menghargai usaha dan pemikiran dari para perancangnya. Penyempurnaan terutama dari penampilan memang harus dilakukan.

Usaha untuk menciptakan mobil nasional sebenarnya, sudah ada sejak era 90-an. Dimulai dari Maleo yang diarsiteki oleh Menristek waktu itu yaitu BJ. Habibie, Timor , Bakrie B-97, Macan sampai Gang Car besutan dari PT. DI. Kesemuanya menghilang begitu saja sejak krisis moneter melanda negeri ini. Info mengenai sejarah mobnas bisa lihat di mobnas.blogspot.com.

Berikut ini adalah sedikit informasi tentang Mobnas yang tampil di ajang PPI VI 2009 yang menurut para kreatornya sudah siap untuk diproduksi.

GEA

Kendaraan ini merupakan hasil kolaborasi antara anak perusahaan BUMN yaitu PT. INKA Madiun dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Peneraan Teknologi). Dilihat dari penampilannya, Gea sendiri sedikit lebih baik daripada Kancil yang sebelumnya juga pernah dibuat oleh PT. INKA.

Mobnas Gea

Spesifikasi :

- Mesin 650 cc (sementara ini masih kerjasama dengan Cina, tetapi kedepannya sedang dikembangkan mesin buatan lokal oleh Soeparto Soedjatmo, ahli permesinan)

- Bahan bakar Bensin dan Gas

- Konsumsi bahan bakar (1 : 35)

- Top Speed mencapai 85 km / jam

- Kapasitas 4 penumpang

- 3 pintu

- Bodi dari Fiberglass (mungkin karena masih prototipe untuk pameran, untu produksi bisa berbeda)

- Perkiraan harga per unit Rp. 45 – 50 juta

TAWON

Mobnas ini buatan PT. Super Gasindo Jaya (SGJ), Rangkasbitung, Banten. Filosofi nama kendaraan ini menurut pembuatnya karena Tawon itu rajin bekerja, memiliki komunikasi sangat tinggi antar sesamanya, serta hanya mau bersarang di tempat bersih dan menghasilkan produk berdayaguna seperti madu serta dengan sengatnya, membuat Tawon tak mudah diganggu. Mungkin karena itu bentuknya jadi mirip Tawon yang badannya bulat.

Kendaraan ini sendiri telah memulai pengembangan tahun 2007 dan telah diproduksi sejak 2008, serta diproyeksikan untuk menggantikan Bajaj.Mobnas Tawon

Spesifikasi :

- Mesin 650 cc

- 4 Percepatan manual

- Bahan bakar Gas CNG (Compress Natural Gas)

- Konsumsi bahan bakar (1 : 20)

- Top Speed mencapai 100 km / jam

- Kapasitas 4 penumpang

- 4 pintu

- Standarisasi EURO III

- Kandungan lokal 90%

- Perkiraan harga per unit Rp. 48 juta on the road

ARINA

Mobnas yang satu ini hasil kreasi dari para akademisi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan dikembangkan melalui produsennya PT. Wahana Cipta. Pabriknya sendiri direncanakan berlokasi di Kawasan Industri Terboyo Semarang (KITS) Jawa Tengah. Bentuk kendaraan ini lebih baik dibandingkan 2 mobnas yang disebut sebelumnya, meskipun masih perlu pembenahan disisi penampilan agar lebih menarik. Menurut pembuatnya desainnya menyerupai stupa candi Borobudur, agar kesan Jawa Tengah atau Semarang masih terlihat (agak maksa ya..Kenapa tidak logo kendaraannya saja yang dibuat lambang candi, kan repot bin aneh kalo nanti ada orang Padang mo buat mobil bentuknya kayak rumah Gadang..hehe) Yang agak ganjil adalah mesinnya adalah mesin motor yang nantinya akan dipaksa untuk menopang beban 4 penumpang + bodi mobil..(weleh..weleh..) .

Mobnas Arina

Spesifikasi :

- Mesin 250 cc ( alternatif lain 150cc dan 200cc)

- Tenaga 9 PS (mesin 150cc)

- Dimensi PxLxT (meter)  2,05 x 1,15 x 1,6

- Jarak sumbu roda 1,75 m

- Berat 400 kg (prototipe)

- Bahan bakar bensin

- Konsumsi bahan bakar (1 : 40)

- Top Speed mencapai 70 km / jam

- Kapasitas 2 penumpang (nantinya akan ada yang buat 4 penumpang)

- Kandungan lokal 90%

- Perkiraan harga per unit Rp. 30 juta

KOMODO

Tampilan mobnas hasil garapan PT. Fin Tetra Indonesia, Cimahi Jawa Barat ini memang garang. Layaknya kendaraan yang dikhususkan untuk melintasi medan non aspal, kendaraan ini memang diperuntukan bagi mereka yang bekerja dengan medan yang berat seperti perkebunan, pertambangan sampai hutan belantara..

Mobnas Komodo

Belum banyak informasi teknis yang bisa digali, tetapi pastinya kendaraan 2 penumpang ini mengusung mesin yang berkapasitas terlalu kecil 180cc untuk medan offroad. Dilihat dari desainnya kemungkinan ground clearance / jarak terendah dari tanah terlalu pendek untuk kendaraan yang akan banyak menembus perbukitan, tebing dan medan berbatu.

Sebenarnya potensi untuk dikembangkan dan diproduksinya mobil nasional memang cukup besar. Ini juga perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk lebih memberdayakan potensi bangsa sendiri. Dari pihak pembuat dan produsen sendiri sebenarnya juga masih banyak perkerjaan rumah yang perlu dibenahi. Dari prototipe dan sample yang ditampilkan tersebut, mungkin juga masih banyak nada keraguan dan apatis dengan produk dalam negeri terutama industri otomotif. Pekerjaan rumah yang mendasari keraguan konsumen akan produk mobil nasional tersebut antara lain :

1. Penampilan (perlu diingat konsumen membeli produk karena juga modelnya yang menarik)

2. Performance yang memadai (cukup bertenaga tapi irit)

3. Kualitas dan mutu produk

4. Daya tahan atau keawetan produk

5. Layanan purna jual / After Sales Service (ass) yang meliputi : ketersediaan bengkel service dan spare part

6. Kemudahan subtitusi komponen baik yang slow moving ataupun fast moving dengan produk lain atau kendaraan impor.

Jika pertimbangan diatas telah menjadi bahan pemikiran pada industri otomotif nasional, maka niscaya minat konsumen lokal pada produk dalam negeri akan semakin tinggi…

Salam…

About these ads

12 Tanggapan

  1. Bagus nih tulisannya… jangan dihapus ya.. soalnya aku cantumin sebagai link di FB Group ku, yg membahas produk2 nasional juga.. :-)

  2. Menurut Saya sebagian besar Rakyat Indonesia sangat ingin meggunakan produk asli buatan indonesia. asal kualitas jd no.1 & harga bersaing terutama dgn produk China & India. Mobnas juga produk yg sudah lama dirindukan apa lagi kalau itu murni karya anak bangsa yg di import hanya teknologi nya saja sedangkan pembutan, rekayasa & rancang bangun semua dilakukan di dalam negeri oleh anak2 bangsa. Sebagai bangsa yg besar no.5 dimuka bumi ini sudah sepatutnya kita mampu membuat sendiri barang2 berteknologi tinggi seperti peralatan elektonik, mobil, pesawat terbang, kapal laut, peralatan IT dan sebagainya. Kalau bangsa Kita sudah mampu memproduksi & menguasai teknologi dampaknya akan luas, bangsa kita tidak diremehkan lagi oleh bangsa lain. saat ini Kita hanya mampu export tki/tkw hannya sebagai prt, akhirnya apa yg diperoleh mereka dianiaya tanpa prikemanusiaan. terulangnya kasus2 seperti itu apa pemerintah tidak merasa malu….?. kalau kita sudah mampu membuat produk2 yg berteknologi tinggi tentunya tki yg diexport keluar bukan prt lagi minimal teknisi yg mewakili pabrik2 asal Indonesia di luar negeri, saat ini hal tersebut baru ada dalam mimpi. Coba lihat kenegara tetangga Malaysia, Kita sudah jauh tertinggal bahkan dengan Iran saja kita sudah tertinggal, saat ini Iran sudah mampu membuat mobil sendiri bahkan sudah di export. Apalagi kalau mau dibandingkan dengan 4 negara2 besar lainnya (Indonesia urutan ke 5)dari jumlah penduduk & wilayah, ambil contoh China & India saat ini apa yg tidak bisa dibuat ke dua negara itu…?. Sebaiknya pemerintah mau berpikir jauh kedepan & selalu mendukung setiap keinginan anak bangsa yg berpikiran visioner/ keinginan untuk maju. kalau teknologi sudah dikuasai sektor lainpun akan maju, seperti pertanian, perikanan dan lain sebagainya. Semoga pemimpin/ Presiden yang dipilih nanti lebih berpikiran jauh kedepan untuk bangsa Indonesia yang maju, Indonesia Raya tidak haya sekedar lagu tapi Indonesia Raya benar2 terwujud. Maju terus mobnas semoga tidak hanya berhenti sebatas prototype & tidak mengulagi kesalahan yang dibuat oleh TIMOR yang memalukan bangsa di dunia Internasinal.

    • Pendapat yang sangat bagus, mas. Memang sebaiknya perlu adanya aturan dari pemerintah untuk lebih mengedepankan produk dalam negeri, dengan lebih dulu meningkatkan mutu dan kualitas. Tetapi sebenarnya tanpa aturan pun, jika kualitasnya bersaing dengan produk impor, otomatis masyarakat akan lebih menyukai produk lokal karena pasti harganya lebih murah..

  3. Bos.. gak usah muluk-2.. ntar jatuh kayak pesawat tni kita hehehe..
    Mulai aja dari yg kecil.. bikin TV dulu, sepeda, mesin cuci, kompor gas.. tabung gas yg gak ‘mledos’.. baru naik ke motor.. trus mobil…

    daripada bikin mobil tapi mesinnya mengkanibal mesin ‘motor’.. itu mah akal-2an yg namanya mobil itu kan intinya di mesin.. justru yg dikatakan mobnas itu kalo mesinnya buatan bangsa sendiri.. mending bikin motornya dlu aja.. sempurnain.. toh sekarang motor menjadi keharusan dimiliki orang..

  4. Hello guys.. saya org Malaysia… terutama sekali saya ingin mengucapkan tahniah diatas penghasilan/produksi semula mobil buatan anak2 tempatan Indonesia… saya cuma ingin memberi pandangan “PEMBANGUNAN” terhadap keempat pembuat mobil iaitu Gea, Tawon, Arina dan Komodo… apakata kalau kesemua 4 produksi mobil ini bergabung? sebab hala tuju dunia automotif pada masa kini memerlukan gabungan tenaga pakar dari setiap sudut dan segala jenis kepakaran yg ada… Tidak perlu mereka bersaing sesama sendiri kerana ini bakal mengundang padah kerana mereka baru menyalakan semula usaha membuat/produksi mobil ini..

    Gea dan Tawon misalannya… mereka pakar dlm membuat ‘enjin’ jenis mobil yg cc (berkuasa) besar dan juga mempunyai gearbox yg besesuaian, so gunakan kepakaran mereka utk membuat enjin tanpa perlu memikirkan soal yg lain.. … dari apa yg saya lihat, Arina dan Tawon mampu mencipta (design) bodi yg bersesuaian dgn kehendak konsumen.. kalau mereka bergabung tenaga utk membuat design, mereka mampu utk mencipta reka bentuk bodi yg diminati ramai… Dan Komodo pula dilihat sebagai pengeluar mobil yg mempunyai “platform” yg kuat… selepas itu, barulah kesemua produksi mobil ini memikirkan bagaimana utk menghasilkan parts/komponen yg berkualitas tinggi.. jikalau mereka semua berhasil memproduksi mobil yg bagus.. dijual dengan harga Rp.75 – 85 juta pun mesti laku beribu unit…

    Peace :)

    • Terima kasih sebelumnya karena telah berkunjung ke blog yang sederhana ini..Dan terima kasih juga atas pendapatnya yang sangat bagus untuk masalah kendaraan nasional di negara saya. Sebagai orang malaysia pasti Anda bangga dengan produk buatan negeri sendiri,seperti mobil Proton dan mungkin produk lainnya yang mungkin banyak yang saya tidak tahu. Saya akui dalam hal alih dan kemajuan teknologi dalam beberapa bidang termasuk pembuatan kendaraan nasional, Malaysia patut diacungi jempol. Mungkin ke depan nanti, negara Indonesia dan Malaysia perlu bekerjasama lebih erat lagi, khususnya dalam bidang teknologi..

      Dan memang ke-4 perancang dan produsen mobil nasional di Indonesia, harus saling bekerjasama untuk memajukan perkembangan teknologi industri otomotif dan tentunya dengan dukungan pemerintah sebagai moderatornya.

      Terima kasih tetangga, atas masukannya.. :-)

  5. salam kenal… bagus pembahasannya…. saya copy gambar arinanya ya mas….

  6. Salam kenal… bagus juga pembahasan tentang mobil nasional. kapan kira-kira bisa diproduksi secara masal yach?

  7. Tahniah moga mobnas indonesia jaya dan cepat terwujd

  8. sangat setuju dengan ridwan.
    kita punya wilayah, kita punya kekayaan alam, kita punya SDA, kita memiliki seluruh yang diperlukan sebuah negara untuk menjadi adikuasa.
    yang kita tidak kita miliki saat ini hanyalah pemimpin yang berpihak kepada rakyatnya sendiri.
    saya dan kawan2 telah mempraktikan bagaimana kami bisa melawan produk Impor dengan mudahnya tanpa bantuan pemerintah. bayangkan bila pemerintah mau peduli dan turun tangan, tentu produk2 asing akan tergilas dengan sendirinya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: