Apa yang harus dilakukan bila kena tilang??

Pada saat terjadi pelanggaran lalu-lintas dan kita terpaksa diberhentikan oleh polisi, biasanya kita sebagai pengemudi menjadi panik. Yang terpikir adalah menyelesaikan masalah secepat mungkin. Dan uang, berdasarkan pengalaman, adalah cara terbaik untuk menyelesaikannya. Polisi tentunya juga menyadari hal tersebut. Dalam berbagai kasus, polisi berusaha dengan sengaja mengupayakan ‘jalan damai’. Pengemudi yang melanggar didorong untuk membayar langsung ditempat tanpa surat tilang. (Lihat juga berapa denda tilang yang harus dibayarkan)

Polisi mengulur waktu dalam mengisi surat tilang, menanyakan hal-hal yang telah tercantum pada STNK/SIM untuk memberi kesempatan para pengemudi mempertimbangkan bayar denda di tempat tanpa surat tilang. Bahkan ada polisi yang sengaja mencari-cari pelanggaran supaya pengemudi membayar denda dan menceritakan betapa sulitnya mengurus denda di pengadilan.

Apabila hal ini menimpa kita, inilah TINDAKAN yang harus kita lakukan :

1. Jangan panik, tenangkan diri Anda.

2. Tepikanlah kendaraan Anda.

3. Siapkan SIM & STNK.

4. Kenali nama dan pangkat Polantas tersebut. Jangan hentikan kendaraan bila ada orang yang berpakaian preman mengaku sebagai Polantas.

5. Tanyakan kesalahan anda, pasal yang dilanggar dan berapa dendanya. Anda dapat meminta untuk turut melihat tabel pelanggaran yang dimiliki Polantas.

6. Cek apakah tuduhan pelanggaran Polantas tersebut benar atau tidak.

7. Bila tuduhan pelanggaran tidak benar, ajukan keberatan anda dengan sopan dan jangan tanda tangani surat tilang. Terimalah Surat Tilang tersebut sebagai panggilan sidang. Tanyalah tempat, hari dan jam sidang. Ingatlah kronologis kejadian. Anda akan beradu argumentasi dengan polisi tersebut di depan hakim.

8. Bila tuduhan pelanggaran tersebut benar, tanda tanganilah surat tilang. Tanyakan dimana dan kapan Anda harus membayar denda serta di mana dan kapan mengambil barang sitaan baik berupa surat atau kendaraan.

9. Jangan ragu-ragu untuk bertanya bila ada sesuatu yang tidak Anda ketahui atau tidak beres pada Surat Tilang.

10. Laporkan perilaku oknum polisi yang tidak memenuhi prosedur. Anda dapat hubungi Dinas Penerangan (Dispen) POLRI di nomor telepon (021) 5234017, 5709250 untuk keterangan lebih lanjut.

11. Jangan mencoba untuk menyuap Polantas. Anda dapat dikenakan sanksi untuk usaha menyuap pegawai negeri.

Surat Tilang Slip Merah & Slip Biru

Mungkin banyak dari sebagian warga masyarakat pengguna jalan raya yang selama ini melintasi aspal ibukota atau kota-kota di daerah mereka masing-masing, yang belum/tidak mengetahui adanya slip merah dan slip biru Surat Tilang. Dokumen tersebut akan diberikan apabila terjadi kesalahan dan mereka dihadapkan dengan pengadil jalan raya dan dinyatakan bersalah (TILANG).

Selama ini yang terjadi adalah apabila kita melakukan kesalahan di jalan raya tak terkecuali pengguna roda empat atau roda dua, mereka akan dihadapkan pada 2 pilihan.

Pertama : mau tidak mau berdamai dengan petugas (tidak mau ditilang) Kedua : pasrah untuk di tilang (jalan damai tidak tercapai)

Pada saat mereka memilih untuk berdamai dan mendapat kecocokan harga damai dengan petugas, terhapuslah kesalahan mereka dalam seketika.

Tetapi apabila tidak terjadi kecocokan harga damai yang ditawarkan atau kondisi isi dompet yang tidak memungkinkan, biasanya seseorang cenderung pasrah memilih untuk ditilang. Saat itulah petugas (POLANTAS) akan memberikan yang namanya surat tilang atau SLIP MERAH.

Kejadian inilah, banyak yang tidak diketahui oleh pengendara di jalan raya. Hal ini dimanfaatkan oleh petugas untuk memberikan slip merah tersebut.

Ketidaktahuan masyarakat tentang hal ini karena tidak/belum pernah adanya sosialisasi tentang SLIP MERAH dan SLIP BIRU dari pihak KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA (POLRI). Selama ini, pengendara yang pernah ditilang hanya mengetahui akan diberi surat tilang SLIP MERAH oleh petugas.

Makna dari SLIP MERAH dan SLIP BIRU adalah :

SLIP MERAH : surat tilang ini diberikan apabila terjadi kesalahan di jalan raya dan pengendara tersebut tidak mengakui kesalahannya (mangkir) yang disebutkan oleh petugas jalan raya (POLANTAS) dan akan dikenakan denda sesuai dengan beratnya kesalahan yang telah dilakukan melalui proses pengadilan.

SLIP BIRU : surat tilang ini diberikan apabila terjadi kesalah di jalan raya dan pengendara mengakui kesalahannya (tidak mangkir) yang disebutkan oleh petugas jalan raya (POLANTAS) dan akan dikenakan denda maksimal Rp 50.600,- (Lima puluh ribu enam ratus rupiah) serta dapat dibayarkan melalui Bank yang ditunjuk tanpa harus melalui proses pengadilan. Yang artinya Rp 50.000,- masuk ke kas negara dan Rp 600,- untuk petugas yang menanganinya dan itupun baru bisa diambil pada bulan berikutnya.

Dengan mengetahui hal-hal seputar tilang,  kita bisa bersiap apabila kejadian  diatas menimpa kita, terutama untuk menghindari polisi “nakal. Tetapi yang terpenting sebelum berkendara cek terlebih dahulu kondisi motor atau kendaraan kita beserta kelengkapan surat-suratnya. Tetap patuhilah peraturan lalu-lintas dan berhati-hati selama berkendara agar aman dan selamat sampai di tujuan.

Selamat berkendara..

sumber :
http://www.scribd.com
groups.yahoo.com/group/menara_alumni/
Blog Ace Pentura

Mau baca yang lebih detail lagi, silahkan download disini :

Berapa DendaTilang
Bila kena tilang
UULalin14tahun1992

4 Tanggapan

  1. tengkyu deh infonya.
    bermanfaat banget nih.

    eh betewe lam kenal jug ya..

  2. Pernah saya ke tilang gara2 ga bawa sim, bawaanya udah panik aja…
    Lumayan deh kena 25ribu..:(

  3. terimakasih infonya.
    buat ngerjain tugas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: