Waktu yang Terlupa Menabur Bencana

Kira-kira 5 tahun yang lalu (mungkin umur artikel ini lebih lama lagi), saya pernah menemukan sebuah artikel yang menarik, mengenai perhitungan usia rata-rata manusia, gambaran apa yang umum kita lakukan sehari-hari dibandingkan dengan kesempatan dan waktu yang kita gunakan untuk beribadah dan bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Menariknya kenapa? Karena ternyata waktu yang kita gunakan untuk beribadah hanya sedikit sekali dibandingkan dengan usia kita. Silahkan anda baca artikel berikut ini :

Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)

Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)

Pukul rata manusia meninggal 65 th.

“Baligh adalah awal atau permulaan bagi seseorang untuk diperhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia”

Usia Laki-laki Baligh ± 15 tahun (sekarang mungkin lebih cepat)

Usia Wanita Baligh ± 12 tahun (mungkin lebih cepat)

Usia yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus:

MATI – BALIGH = sisa USIA………65 – 15 =  50 tah­un

Waktu : 1 tahun 365 hari, 12 jam siang hari, 12 jam malam hari, 24 jam satu hari satu malam.

Gambaran kotornya:

Mari kita tela’ah bersama………

Waktu kita untuk tidur ± 8 jam / hari

Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18.250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan……di bulatkan jadi 17 tahun

Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya…………

Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam / hari = 25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit “TUMOR”


Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam

Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas: 18.250 hari x12 jam=219.000 jam = 25 tahun

Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang judi sambil maling…dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain……..

Waktu aktivitas santai atau rileksasi ± 4 jam.

Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18.250 hari x 4 jam= 73.000 jam = 8 tahun

Realisasi rileksasi : biasanya nonton tv sambil minum kopi, main games dikomputer, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan untuk mengkhayal……

Jadi di akumulatif; 17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun (Kurang lebih) buat Tidur…Ngelembur…Nganggur

Yang jadi pertanyaan sekarang lalu kapan Ibadahnya???

Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki illahi.

“Maut datang menjemput tak pernah bersahut, Malaikat datang menuntut untuk merenggut, Manusia tak kuasa untuk berbicara, Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka”

Memang benar! Kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah…hehe

Memang benar!!!!!!!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang…..“jarang orang menolak untuk dipuji dan dipuja tatkala mereka berjaya “

Mungkin kita pernah membaca “Bismillah” atau berdoa saat hendak berangkat kuliah tapi sayang itu hanya sekedar pernah. Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia…….

Lalu kapan ibadahnya????

Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup…,  karena kita berpikir sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga…Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita?!

Berapa sholat kita dalam 50 tahun?

1 x sholat = ± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam

Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat = 18.250 hari x I jam =18.250 jam= 2 tahun

Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat…

2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan diterima. Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang disengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orang tua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang fakir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa……

Logika dari logikanya:

Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian, terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana……

Solusi:

Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat! Ingat Akhirat dan kita akan berpulang kepada-Nya!!

Selamat Merenung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: