Gugur karena salah perlakuan

Klaim GaransiSetiap pabrikan motor (juga mobil), pasti memberikan garansi dari produk baru yang dijualnya. Baik itu garansi mesin, kelistrikan, bodi dan lainnya. Jangka waktu garansi tiap pabrikan dan tiap bagian kendaraan pun berbeda-beda. Namun kebanyakan dari konsumen kerap kali kebingungan, jika harus mengajukan klaim garansi apabila terjadi masalah dengan kendaraannya. Kebanyakan dari mereka terlebih dahulu khawatir akan repotnya pengurusan klaim, ribetnya syarat-syarat yang harus dipenuhi apalagi jika sampai terjadi perang urat syaraf. Kebanyakan perang urat syaraf terjadi apabila konsumen merasa motor baru yang bermasalah masih dalam masa garansi dan pihak pabrikan menganggap ada ketentuan garansi yang tidak terpenuhi oleh konsumen.  Nah biar kita semua ga bingung dengan masalah klaim garansi, sebaiknya baca artikel berikut ini..

Sebenarnya kebingungan dari konsumen terhadap klaim garansi motor baru bisa dihilangkan jika ada informasi pabrikan jelas. Sebab, pabrikan memiliki aturan dan syarat yang dapat menyebabkan klaim diterima atau malah gugur.

Misalnya berapa lama sebenarnya garansi terhadap mesin itu. “Garansi Mesin itu 3 Tahun. Khusus Jupiter MX 135LC dan V-ixion, garansi pada DiASil Cylinder Body dan Forged piston bergaransi khusus 5 tahun. Syaratnya perawatan harus di bengkel resmi Yamaha menggunakan suku cadang asli dan oli Yamalube,” kata Muhammad Abidin, Manager Service, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Jadi jelas kalau seandainya motor tidak dirawat di jaringan bengkel resmi dan  menggunakan spare-parts yang tidak orisinal, siap-siap saja gugur garansi. Aturan seperti itu juga berlaku di Honda. “Untuk mesin garansi yang diberikan adalah selama 3 tahun atau 30.000 km. Mana yang dicapai lebih dulu,” kata Yudi Yozardi, Corporate Communication Manager, PT Astra Honda Motor (AHM). 1542yg-bisa-di-klain-axl-2.jpg

Ada juga yang bingung apakah jika mengubah kaki-kaki bisa menggugurkan garansi mesin. Itu tergantung dari kerusakan yang terjadi. “Misalnya sok ditinggikan terus CDI enggak berfungsi, maka klaim terhadap CDI bisa diterima,” lanjut Abidin lagi.

Itu karena tidak ada hubungannya sama sekali antara ubahan kaki-kaki dan pengapian. Tapi jika peninggian itu membuat rantai tertarik, terus putus dan menghajar mesin, maka garansi di mesin enggak bisa diterima alias pasti ditolak.

Sementara itu, untuk komponen yang tergolong habis pakai, maka bisa juga diklaim. Namun syaratnya adalah jika kesalahan memang terjadi di pihak pabrik.

Komponen yang habis dipakai ini misalnya karburator, bohlam atau kampas rem. “Contoh yang bisa diklaim adalah keretakan bodi karburatot atau valve macet,” terang Abidin lebih jauh.

Selama itu terjadi karena kesalahan konstruksi, kesalahan material atau kesalahan proses produksi, garansi bisa diklaim. Untuk spuyer misalnya, karena terjadi kesalahan seting yang mengakibatkan spuyer perlu diganti, klaim juga bisa diterima. Begitu juga bohlam, meski sebenarnya memiliki batas jangka waktu pemakaian,” tambah Yudi Yozardi lagi.

Dengan penjabaran tadi maka kalau memang kesalahan itu pada pembuatan dan setingan pabrik, maka konsumen boleh minta ganti. Tentunya, pastikan penggantian itu gratis, tis, tis…!

JAMINAN PENGERJAAN

1543yg-bisa-asuransi-dvd.jpgKalau motor bermasalah setelah diservis di bengkel resmi, bisa kok balik lagi ke bengkel yang sama. Ini namanya garansi servis. Bengkel wajib memberikan jaminan ini.
Sebab, bisa saja ada penyetelan mekanik yang kurang pas dan ini masih tanggung jawab bengkel resmi tempat servis sebelumnya.

Memang, setiap merek punya aturan main menyangkut garansi servis. Ada yang memang sudah diatur dari pabrikannya, ada juga aturan yang dibikin jaringan servis dari merek itu.

“Ini sudah masuk paket servis dari AHASS sebagai jaringan servis resmi Honda. Garansinya menyangkut pengerjaan,” beber Handy Hariko, Deputy General Manager Technical Service, PT Astra Honda Motor (AHM).

Honda menjamin pengerjaan kalau motor ada problem setelah diservis di AHASS. Misal, karbu kurang ideal atau celah klep kelewat sempit setelah disetel di AHASS. “Biaya pengerjaan gratis. Tinggal menunjukan tanda pembayaran servis sebelumnya, tapi garansi berlaku di AHASS yang sama,” jelas Handy.

Katagori jaminan servis ada dua macam karena menyesuaikan jenis paket servis. Servis ringan dapat garansi selama 1 minggu atau penggunaan 500 km. Dan servis berat dengan jaminan 1 bulan atau pemakaian 1.000 km.

Ada juga yang diatur oleh jaringan resmi pabrikan. Seperti di Kawasaki. Aturan mainnya tidak ditetapkan langsung si produsen. “Kebijakannya ada di setiap jaringan kami. Tapi, pada prinsipnya garansi setelah servis diberlakukan,” tegas Reiner Sitorus, Technical Servis Manager PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Reiner menegaskan, garansi diberlakukan merupakan garansi yang dikerjakan. “Jadi, jika konsumen order servis karburator, taunya yang rusak di luar yang diorder tentu saja ditolak. Jadi, disesuaikan aja,” paparnya.

Prinsipnya, servis di bengkel resmi memang ada jaminan. Jadi, kelar servis jangan langsung tancap gas. Tanya langsung ke bengkel supaya enggak khawatir mau balik lagi kalau ada kekurangan pengerjaan.

sumber : motorplus-online.com

2 Tanggapan

  1. motor vixion ane baru 1 tahun eh dah turun mesin.ane ngajuin garansi eh motor ane malah dah 1 bulan di deler resmi,katanya sih nunggu komfirmasi dari yamaha.mang selama itu ganh??????????????

    • pengalaman teman saya ga selama itu,gan..Waktu itu motor Yamaha Bison baru sebulan pake, mesin dah ngebul. Langsung dibalikin, terus diganti silinder ma piston yang baru. Proses klaim plus servicenya 1-2 mingguan kalo ga salah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: