Ajal Manusia

Akibat utangnya membengkak dan tidak dapat membayar, seorang lelaki muda nekat untuk bunuh diri. Ia mamilih tempat sepi dan membuat simpul tali pada sebatang ranting pohon nangka. Lalu memasukkan lehernya ke dalam jeratan, dan menendang batu yang dipakainya untuk pijakan kaki.

Begitu tubuhnya tergantung, ternyata ranting itu patah, tidak kuat menahan berat badannya. Ia jatuh ke tanah persis di atas tumpukan kotoran kerbau. “Kurang ajar! Mati yang ku cari malah kotoran kerbau yang kuperoleh,” umpatnya.

Kemudian ia berusaha lagi. Kali ini dengan menunggu mobil yang melaju kencang di sebuah tikungan curam, dibawahnya terbentang jurang dalam, pada suatu malam yang gelap. Dari kejahuan muncul bis yang dipacu sopirnya untuk mengejar tambahan penumpang. Begitu bis tersebut sudah dekat, ia melemparkan dirinya ke tengah jalan agar terlindas oleh bis tersebut.

Apa hendak dikata, sopir tersebut bermata awas. Melihat ada orang terlempar ke jalan, ia membuang tajam roda setir ke kanan. Lantaran terlalu patah, bis tersebut tidak dapat dikendalikan dan langsung terperosok ke dalam jurang yang curam. Semua penumpang dan sopirnya tewas.

Dengan murung lelaki tu bergumam, “Aku yang mau mati, malah mereka yang mati.” Akhirnya ia mencari jurang yang lain. Disitu ia terjun dari atas sambil memejamkan matanya. Ternyata bukan dijurang dalam ia terhempas, hanya sebidang kebun teh yang rindang. Ia hanya menderita luka-luka ringan, dan ditolong oleh janda pemilik kebun itu.

Sesudah sembuh, janda itu tertarik dan meminta kepada lelaki tersebut untuk bersedia menikahinya. Karena janda tersebut cantik dan kaya, serta sanggup membayar hutangnya, maka lelaki tersebut bersedia menikahinya.

Tiga tahun sudah lelaki tersebut menjadi suami yang bahagia. Beristri cantik, kaya dan hidup di tanah pegunungan yang segar. Ia lupa akan niatnya hendak bunuh diri. Bahkan sekarang menjadi takut mati.

Pada suatu malam ia bermimpi didatangi Malaikat Maut. Kepadanya Malaikat Maut berkata, “Besok, jam sembilan pagi, engkau akan mati.” Ia terbangun dan ketakutan. Ia ingin segera lari dari tempat itu untuk menghindari Malaikat Maut. Maka, walaupun hujan lebat, ia mengeluarkan mobil tanpa pamit lagi kepada istrinya. Ia memacunya dengan kencang dijalanan.

Ketika melewati tikungan tajam, tepat tiga tahun yang lalu sebuah bis terjerumus ke jurang yang dalam akibat ulahnya, ia makin takut, sebab pada saat itu persis jam sembilan. Akibatnya, ia tidak dapat mengendalikan kendaraannya, karena terlalu melihat jam tangannya, Mobilnya selip dan terjatuh ke dalam jurang. Laki-laki itu mati seketika.

Karena itu, kematian jangan di cari, tetapi jangan juga ditakuti. Mereka yang mencari kematian, berarti menyia-nyiakan hidupnya, itu adalah dosa besar. Dan mereka yang takut mati, seharusnya tidak usah hidup, sebab hidup pasti mati…

source : unknown

3 Tanggapan

  1. numpang info ya bro
    Yamaha-Friends.com
    akan mengadakan gathering dalam waktu dekat di surabaya
    bwt friends yang berminat untuk bergabung klik saja link di bawah ini
    http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=13

    oh ya gathering sehubungan dng launching produk baru oleh YMKI juga msh dibuka lho info klik saja di bawah ini
    http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=131

    thanks……

  2. hehhehee…betul sekaliii…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: